Showing posts with label TEKNIK LISTRIK. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK LISTRIK. Show all posts
Thursday, June 4, 2015
Friday, November 21, 2014
Pengertian Tentang PLC
Pengertian PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik
yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk
berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982)
adalah : sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk
pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang
dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang
mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan,
pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui
modul-modul I/O digital maupun analog.
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk
menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau
kegunaannya.
2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara
aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan,
mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur
proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay
sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga
dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan
di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa
pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah
dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan
sudah dimasukkan.
Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat
dibagi secara umum dan secara khusus.
Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi
output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan
(sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses
sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant. PLC secara terus menerus memonitor status
suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil
tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya
nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.
3. Shutdown System
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses
yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal
masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu
menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan
lainnya.
(Sumber : http://juare97.wordpress.com )
Peralatan yang Berhubungan dengan PLC
Peralatan Analog
Contoh dari peralatan analog baik input maupun output adalah
sebagai berikut :
INPUT
- Flow transmitters
- Pressure transmitters
- Temperature transmitters
- Position transmitters
- Level transmitters
OUTPUT
- Electric motor drives
- Analog meters
- Chart data recorders
- Process controllers
- Variable speed drives
Peralatan Digital
Contoh dari peralatan digital baik input maupun output adalah
sebagai berikut :
INPUT
- Selector Switch
- Temperature Switch
- Flow Switch
- Level Switch
- Pushbutton
- Motor starter contacts
- Limit Switch
- Pressure Switch
- Relay Contact
OUTPUT
- Annunciator
- Alarm light
- Electric fan
- Indicating light
- Electric valve
- Alarm horn
- Selenoid valve
- Motor starters
Peralatan Analog
Contoh dari peralatan analog baik input maupun output adalah
sebagai berikut :
INPUT
- Flow transmitters
- Pressure transmitters
- Temperature transmitters
- Position transmitters
- Level transmitters
OUTPUT
- Electric motor drives
- Analog meters
- Chart data recorders
- Process controllers
- Variable speed drives
Peralatan Digital
Contoh dari peralatan digital baik input maupun output adalah
sebagai berikut :
INPUT
- Selector Switch
- Temperature Switch
- Flow Switch
- Level Switch
- Pushbutton
- Motor starter contacts
- Limit Switch
- Pressure Switch
- Relay Contact
OUTPUT
- Annunciator
- Alarm light
- Electric fan
- Indicating light
- Electric valve
- Alarm horn
- Selenoid valve
- Motor starters
Sumber: https://duniakarya.wordpress.com
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (2)
PEMBANGKIT
LISTRIK TENAGA SURYA (2)
Dewasa
ini, banyak tercemarnya lingkungan akibat sisa-sisa buangan dari pembangkit
listriky ang menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya lapisan ozon
hingga hilangnya hutan tropis, dan akibat lainnya. Dengan kondisi yang
sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi sudah merupakan keharusan
di seluruh dunia. Salah satunya adalah dengan berhemat bahan bakar dan
menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga
angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena dapat
digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik,
perumahan, dan lainnya.
Kelebihan Pembangkit listrik tenaga surya yaitu Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis, Bersih,
ramah lingkungan, Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
, Praktis, tidak memerlukan perawatan, Sangat cocok untuk daerah
tropis seperti Indonesia.
Komponen-komponen
utama dalam pembuatan pembangkit listrik tenaga surya yang dibutuhkan antara
lain solar module atau solar cell dimana komponen yang terbuat
dari bahan semikonduktor, paling banyak digunakan multicrystalline
silicon, yang berguna untuk mengkonversi energi atau sinar matahari untuk
menjadi energi listrik, lalu kontroler yang berguna untuk mengatur dan
memutuskan arus, lalu ada pula inverter AC-DC bla dibutuhkan, selain itu ada
pun baterai untuk diisi pada saat pembangkit bekerja.
Sistem
sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya,
rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt
yang free maintenance. Panel sel surya merupakan modul yang
terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel
tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Panel surya ini berguna untuk
menyerap sinar matahari dan kemudian dijadikan arus listrik yang akan di charge ke
baterai atau aki dan kemudian diapak konsumen. Adapun rangkaian kontroler pada
penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini yang berguna untuk menghentikan charge
baterai bila baterai sudah penuh. Biasanya panel surya dipasang secara
statis di tempat yang agak luas dan biasanya diarahkan ke utara agar cahaya
yang diserap oleh panel surya ini lebih banyak dan arus yang dihasilkan pun
lebih banyak dan lebih efisien. Sebenarnya, untuk mendapatkan energi listrik
yang jauh lebih optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula
dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya
agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh
hampir tegak lurus pada panel suryanya.
Pemasangan
pembangkit listrik tenaga surya dapat di berbagai tempat untuk berbagai
kebutuhan. Ada yang di pasang di tempat parkir, ada yang di lahan luas, di
pabrik-pabrik, adapun yang di tempatkan di atap rumah untuk membantu
pelistrikan di rumah.
Sumber: http://levinhalim308.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)



